“Saya percaya, visual yang kuat bukan hanya soal teknis—tapi tentang rasa, waktu, dan keberanian untuk jujur pada cerita.”
— Trio Novellis
Halo, saya Trio Novellis—videografer, camera operator, dan storyteller visual yang senang merangkai cerita lewat cahaya, sudut pandang, dan suasana. Dunia film bukan sekadar tempat saya berkarya, tapi juga ruang belajar yang terus hidup dan menantang.
.
Saya memulai perjalanan dari dunia multimedia dan merintis Wiar Studio, sebuah studio kreatif yang kini saya pimpin sebagai CEO. Wiar Studio beroperasi di bawah lisensi PT. Mediartha Pilar Raya, salah satu production house di Indonesia yang telah menjalin kolaborasi dengan berbagai rumah produksi, termasuk dari luar negeri.
.
.
Perjalanan saya di dunia film dimulai dari keingintahuan, lalu berkembang jadi komitmen. Hingga kini, saya telah dipercaya untuk terlibat dalam sejumlah proyek, baik lokal maupun internasional. Beberapa di antaranya:
.
- Monkey Man (2024) – sebagai Behind The Scene Cinematographer dalam film aksi internasional.
- Skyline: Warpath (2025) – Sebagai Camera Operator untuk proyek bergenre sci-fi aksi.
- Operandi Gerhana (2023) – Sebagai Camera Operator utama dalam 6 episode serial penuh misteri.
- Losmen Melati (2023) – Sebagai Camera Operator utama dalam 8 episode dan Film
- OJA (2023) – Sebagai Camera Operator.
- Karuvanam (2024) – Sebagai unit production manager untuk serial Asia Selatan.
- Arumi, Night is Blue (2021) – debut sebagai sinematografer dalam proyek film pendek bergaya artistik.
- Folklore (2021) – Sinematografer behind the scenes untuk salah satu episode HBO Asia.
- Laskar Anak Palau (2011) – proyek dokumenter awal sebagai second assistant camera.
.
Bagi saya, setiap proyek adalah kombinasi antara teknik, rasa, dan kolaborasi. Kamera mungkin alat utama, tapi yang membentuk cerita adalah chemistry di balik layar—dan itu yang selalu saya cari dalam setiap karya.
.
.
.






